Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Crown 365

Kumpulan Situs Judi Domino Poker Bandar Online

BerlinQQ

Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

Berita 7 Agustus 2016 – Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD DKI, Lulung & Taufik Tersangka!

Jakarta: Direktur Utama PT Kapuk Naga Indah Budi Nurwono sempat mengakui adanya permintaan Rp50 miliar dari DPRD DKI Jakarta kepada Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan. Uang ditujukan untuk memperlancar rapat paripurna terkait rancangan peraturan daerah soal reklamasi Pantai Utara Jakarta.

 

PT Kapuk Naga Indah adalah anak perusahaan PT Agung Sedayu Group yang ikut membangun pulau di proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Setidaknya ada lima pulau yang dikembangkan PT Kapuk Naga Indah. Yaitu Pulau A, B, C, D, dan E. Perusahaan tersebut mengantongi izin reklamasi pada 2007.Keterangan Budi tertulis dalam berita acara pemeriksaan nomor 18 dari Budi saat diperiksa di bawah sumpah oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dibacakan jaksa penuntut umum dalam sidang dugaan suap raperda reklamasi lantaran Budi tak dapat hadir di pengadilan karena sakit.

 

“Untuk percepatan raperda, DPRD DKI meminta Rp50 miliar. Aguan menyatakan siap menyanggupinya. Kemudian Aguan bersalaman dengan semua yang hadir,” ucap Budi dalam BAP yang dibacakan Jaksa Ali Fikri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

 

Budi menuturkan, permintaan itu disampaikan pada pertemuan sekitar Januari 2016 di rumah Aguan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Pertemuan dihadiri terdakwa Ariesman Widjaja yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land serta M. Sanusi yang jadi Ketua Komisi D DPRD DKI.

 

Pada BAP nomor 97, Budi ditanya kembali soal penegasan siapa yang meminta Rp50 miliar kepada Aguan yang merupakan bosnya. Budi mengaku tak mengetahuinya.

 

“Yang minta pihak yang saya tak kenali. Yang hadir DPRD DKI, yang disanggupi Pak Aguan. Permintaan untuk kelancaran paripurna,” kata Budi dalam BAP.

 

Namun, BAP nomor 97 dicabut oleh Budi melalui surat yang dikirimnya dari Singapura ke KPK. Budi yang sudah lanjut usia disebut sedang dirawat di Negeri Singa.

 

Alasan pencabutan BAP, dia mengaku tak pernah hadir dalam pertemuan. Dia juga mengatakan tak pernah ada permintaan uang kepada Aguan.

 

“BAP dicabut karena saya takut fitnah. Dalam pemeriksaan, saya dalam gangguan kesehatan seiring usia, takut menimbulkan dosa,” jelas Budi dalam surat yang dibacakan Jaksa Ali.

 

Ariesman yang duduk sebagai terdakwa dalam persidangan tak keberatan dengan pencabutan BAP oleh Budi. Dia menerangkan, Budi memang tak hadir dalam pertemuan di rumah Aguan. Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

 

“Dia (Budi) bilang pertemuan di Januari sementara pertemuan tersebut pada Desember. Saya enggak lihat Pak Budi hadir,” beber Ariesman.

 

Dalam sidang sebelumnya, Aguan mengakui adanya pertemuan dengan anggota DPRD DKI Jakarta. Pertemuan itu diakui sebatas silaturahmi.

 

“Desember 2015 Pak Pras (Prasetyo Edi Marsudi) ketuanya (DPRD DKI) mau silaturahmi ke rumah, datang ada Taufik (M. Taufik, Wakil Ketua DPRD), Pak Sanusi, Ongen Sangaji, Pak Selamet Nurdin,” kata Aguan saat bersaksi untuk terdakwa Ariesman Widjaja, Rabu 27 Juli.

 

Suasana pertemuan, kata dia, cukup santai. Anggota dewan bahkan sempat merokok. Mereka tak membahas soal pembahasan rancangan peraturan daerah soal reklamasi Pantai Utara Jakarta.

 

“Seingat saya tidak pernah dengar,” jelas dia.

 

Pertemuan itu hanya berlangsung sekitar setengah jam. Kemudian para anggota DPRD pulang. Dia menambahkan, anggota DPRD juga pernah mendatanginya pada 8 Februari lalu, saat Imlek. Saat itu, Aguan sedang open house.

 

Diketahui, Aguan disebut-sebut dalam dakwaan Ariesman. Aguan disebut bertemu dengan anggota DPRD DKI pada pertengahan Desember 2015 di Taman Golf Timur II Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

 

Wakil rakyat yang hadir di antaranya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta merangkap Ketua Balegda DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi selaku anggota Balega DPRD DKI, Prasetyo Edy Marsudi selaku Ketua DPRD DKI, Mohamad Sangaji selaku anggota Balegda DPRD DKI dan Selamat Nurdin selaku Ketua Fraksi PKS DPRD DKI.

 

Aguan juga dua kali menggelar pertemuan di kantornya di lantai 4 Harco Mangga Dua, Jakarta Pusat. Dia bertemu dengan Sanusi, Ariesman dan anaknya Richard Haliem Kusuma alias Yung Yung.

 

Pertemuan dimaksudkan agar anggota dewan itu membantu mempercepat pembahasan dan pengesahan Raperda Rencana Tata Ruang Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP). Mereka juga diminta mengakomodasi pasal-pasal sesuai keinginan pengembang.

 

Ariesman didakwa memberi suap sebesar Rp2 miliar kepada Sanusi lewat anak buahnya, Trinanda Prihantoro. Uang diberikan secara bertahap. Mereka bertiga ditangkap tangan KPK usai melakukan transaksi kedua pada akhir Maret 2016.

Dibaca JugaPanampakan Galaksi Bima Sakti Terlihat Jelas di Langit Makassar

Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

Aguan Beberkan Dana 50 MILYAR Ke DPRD Lulung & Taufik Tersangka

Facebook Comments

JatimQQ

Crown 365 © 2018 Frontier Theme
×
Hello 👋
Saya dengan Violin (CS BerlinQQ) ada yang bisa kami bantu?
Link resmi: www.berlinqq.org / www.berlinqq.net